Widget HTML Atas

Cerita Salah Paham Dan Cara Mengatasinya

Kesalahpahaman kerap kali melahirkan ketegangan, apalagi permusuhan. Tidak sedikit kiai yang jadi korban kesalahpahaman data. Dampaknya mereka dibenci begitu rupa cuma sebab terdapatnya salah mengerti sebab data yang terputus.

Kejadian kesalahpahaman sempat terjalin di era teman Nabi Muhammad SAW. Apalagi yang ikut serta dalam permasalahan itu merupakan Umar bin Khatab serta Hudzaifah bin Yaman yang tidak lain merupakan orang opsi yang mempunyai keimanan besar. Keduanya berselisih mengerti sebab statment Hudzaifah yang tidak dibarengi dengan Uraian utuh dari perkataanya itu.



Cerita kalam Hudzaifah ataupun ungkapan Hudzaifah

ini dikisahkan oleh teman Umar bin Khattab,

kalau dia sempat berjumpa dengan Hudzaifah. Waktu itu Umar bertanya dengan ungkapan apa berita, gimana keadaanmu saat ini. Hudaziafah malah menanggapi statment yang belum dapat dimengerti, ialah Saya saat ini menyayangi fitnah serta saya saat ini membenci perihal perihal yang benar,"

Statment Hudzaifah itu, pasti hendak menggegerkan umat Muslim bila tidak dibarengi dengan uraian yang lengkap. Sebab kalimat tersebut merupakan statmen potongan yang tidak diiringi dengan uraian utuh.

Statmen kedua yang mencengangkan saya solat tanpa wudhu serta statmen ketiga yakni

Aku memiliki suatu dimuka bumi namun Allah tidak" tuturnya.

Umar bin Khatab marah mendengar perkataan Hudzaifah. Dia lalu mempertanyakan apa iktikad dari perkata teman- temannya itu." Saya mau ketahui jawaban yang benar saat ini, sebab statment sepotong ini hendak menimbulkan kesalahpahaman,".

Statment Umar kepada Hudzaifah dalam cerita. Di tengah kemarahan Umar bin Khatab kemudian tiba Ali bin Abi Thalib.

Ia bertanya kepada Umar bin Khatab kenapa nampak marah kepada teman Hudzaifah. Sehabis mengenali penyebabnya merupakan soal statment Hudzaifah, setelah itu Ali bin Abi Thalib turut membagikan uraian." Ya Umar, kata Ali bin Abi Thalib, kala Hudzaifah berkata menyayangi fitnah, artinya merupakan harta serta anak. Itu merupakan suatu fitnah, sedangkan Hudzaifah memiliki

anak serta istri yang sangat disenangi Hudazifah. Jadi tidak mencengangkan jika kita menguasai dengan sempurna, statment Hudzaifah bersumber pada dalil innama amwaluhum wa auladuhum fitnah,".

Statment Benci kepada suatu yang benar artinya Hudzaifah membenci kematian. Sedangkan mati merupakan suatu kebenaran yang tentu hendak terjalin." Sebaliknya Shalat dengan tanpa wudlu, maksudnya

dia( Hudzaifah) merupakan membaca shlawat kepada nabi tiap waktu. Sebab cuma membaca shalawat hingga tidak wajib wudhu,".

Sedangkan uraian kalimat Allah tidak memiliki suatu di muka bumi semacam yang dipunyai oleh Hudzaifah, bagi Ali bin Abi Thalib ialah Hudzaifah memiliki anak serta istri sebaliknya Allah tidak, sebab Allah tidak beranak serta tidak diperanakan.

Mendengar uraian Ali itu, Umar menerima dengan luas dada, dia mengenali iktikad pernyaataan dari teman- temannya itu. Ketiganyapun hidup rukun selaku teman yang beriman kepada Allah SWT. 
mojokceria
mojokceria Mari Mojok Mari Bercerita dengan Secangkir Kopi

No comments for "Cerita Salah Paham Dan Cara Mengatasinya"