Widget HTML Atas

Kronologis Berebut Demokrat Demi Kepentingan Tranding Point


Beberapa hari yang lalu Demokrat heboh dengan proses KLB, penjualan Partai, Pengkudetaan di partai Demokrat. Pada akhirnya terjadi dua kubu pertama yang dibawa Damrizal yang sebut sebagai Pengagas KLB partai Demokrat.

Target pada KLB ini adalah untuk tujuan mengembalikan dan membesarkan partai Demokrat yang Damrizal liat adalah dari tahun 2019 mengalami penyusutan. Kenapa mengusung ketua baru bukan dari partai Demokrat tetapi dieksternal Partai Demokrat.

Ternyata mereka didukung oleh Marzuki Alie juga. Jadi pertanyaan luar bias ajika bagi saya Indo mengusung musyawarah tetapi kenapa sejak di Partai kita dididik dengan voting ya? Sebetulnya masyarakat kita ini menganut Pancasila atau bagaimana?

Pemecahan internal menjadi cara yang begitu sangat alternative untuk merusak suatu kekuatan, bukannya  saya mendukung AHY hahaha. Tapi begini pak bu. Jika memang kerusakan ini oleh internal artinya suatu kesatuan bangsa yang besar ini oleh internalnya. Bentar lagi kimiat apa kiamat ini?

 

Adanya Money Politics (Politik Uang)

Kehancuran internal Demokrat karena dendam kesumat  dengan uang 100 jt. M. Nazarudin pun ternayata ikut dalam membagikan  uang dalam DPC Demokrat. Semua demi cuan wkwk.

Mungkin mereka melakukan Money  Politics karena rasa sayang mereka  sebetulnya. Cuma  kalau menurut saya karena rasa sayang nya mungkin dengan cara seperti ini yang belum tepat  atau tidak tepat.

 

Gatot Nurmantyo ikut Berbicara Dalam Berhubungan Internal

Pak Gatot pun sebetulnya diajak untuk melakukan kudeta  dalam partai Demokrat, tetapi beliau menolak untuk ikut dalam pengkudetaan. Damrizal ternyata mendatangi pihak-pihak ekternal untuk pengkudetaan. Mungkin bisa dibilang pelaku besarnya adalah Damrizal. Ada apa dengan Damrizal apakah ada duri dalam cinta, Anjay !!

Romantis sekali Damrizal ini, ternyata ada yang baper karena konstalasi yang dulu. Gatot Nurmantyo  ini berkata melibatkan mantan panglima TNI dengan melanjutkan pengabdian ya sebisa mungkin mengikuti etika dalam politik.

Ya menurut saya pak gatot ini sungguh bijak dalam memilih karena berhubungan dengan tanggung jawab dan kepercayaannya. Emang patut di contoh pak Gatot ini.

 

Politik Belah Bambu

Apa sebetulnya politik Belah Bambu, kalau kita lihat dari filosofi Bambu, bamboo itu kuat bukan  dan yang bisa membelahnya  adalah dengan parang yang tajam. Siapa yang dapat membelah ya dalam skala sosial mungkin petinggi dan yang memungkinkan yang memiliki kewenangan yang memiliki legalitas kuat. Siapa? Pemerintah mungkin ya, karena keputusan ini dikontrol oleh pemerintah. Mungkin seperti itu, jika ada yang salah ya silahkan komen.

Gerakan Moeldoko ini dilakukan dengan meledaknya di Medan tetapi coba kita liat internal istana tidak mengetahui dan berpandangan biasa saja. Dan bagaimana menurut kawan-kawan untuk yang merusak internal pemerintah apakah istana ikut terlibat atau tidak ya?

Apakah ada hubungannya dengan isu dalam melanggengkan kekuasaan pemerintahan selama tiga periode?

Apakah negara ini ingin merubah pola dalam sistem yang dikatakan Demokrasi? Ya bagaimana ya yang ada gagasan atau pendapat silahkan komen aja dah ya kita jadikan ini sebagai onani pikiran sepanjang masa. Hahaha

Maaf frontal ngomongnya !!

Banyak kronologi yang memang keterlibatan pemerintah dalam partai, karena partai menjadi kekuatan nasional dalam melanggengkan kekuasaan. Apakah ini disebut dengan keniscahayaan dalam bernegara di negara garuda ini?

Saiapakah yang menang? Adakah kemungkinan Moeldoko menang dan diputuskan oleh pemerintah? Bagaimana menurut anda? Siapa yang peduli?

mojokceria
mojokceria Mari Mojok Mari Bercerita dengan Secangkir Kopi

No comments for "Kronologis Berebut Demokrat Demi Kepentingan Tranding Point"