Widget HTML Atas

Nilai Kebudayaan Yang Tumbuh Di Banten

Nilai- nilai Kebudayaan

Saat sebelum kita beranjak kepada nilai- nilai besar terhadap kebudyaan secara etimologi butuh kita tahu tentang local wisdom( kearifan lokal). Saat sebelum jadi kebudayaan, kearifan lokal tentu ditimbang dari seluruh berbagai aspek kebudayaa, sosial baik budaya ataupun agama. Sehingga kearifan lokal dapat dimaknai bersama serta diiringi oleh warga.


Nilai Kebudayaan Yang Tumbuh Di Banten


Nilai kearifan lokal dapat dikatakan selaku bentuknilai kebudayaan. Perihal ini termanisfestasikan dalam kehidupan sosial, sistem kepemimpinan serta metode berhubungan. Semacam kita mengidentifikasi ataupun mendengar sebutan pamali, pamali ialah suatu larangan buat melakukan suatu.


Perihal ini dapat kita amati serta ikuti pada kebudayaan

Banten yang hingga dikala ini masih hidup, ialah di Baduy. Sesuatu nilai dapat jadi ketentuan sebab berkenaan dengan kebudayan, yang diartikan kebudayaan merupakan sesuatu yang dicoba secara terus menerus serta menciptakan sesuatu nilai pada kesimpulannya melahirkan kebudayaan. Semacam pada tifa ketentuan adat( ucap, lampah serta tekad). nilai- nilai peninggalan leluhur di tengah- tengah kehidupan yang modern. Disisi lain ucap, lampah serta tekad pula ialah konsep hidup yang begitu luhur, ialah konsep hidup yang mengarahkan betapa berartinya suatu keselarasan, penyeimbang serta kedewasaan dalam berperan dalam menyikapi tiap perkara. Ketentuan kbeudayaan serta jadi adat sehingga bertabiat mengikat, yang jadi pengikutnya dituntut buat taat serta patuh guna terciptanya kehidupan yang cocok yang diucap dengan tatali paranti karuhun.


Sunda ialah salah satu Bahasa yang berada

di Banten dikala ini masih diwariskan budaya yang masih menempel. Salah satunya masih terwaris denga naskah- naskah lama. Naskah yang mengatakan nilai secara implisit semacam peninggalan lisan bisa dikenal dalam bentuh peribahasa, pepatah orang tua.


Kearifan Ekologi

Pikukuh do salah satu daerah populer di Banten, ialah Baduy semacam yang hingga dikala ini terngiang di kuping kita merupakan pikukuh Gunung teu meunang digempur, lebak teu meunang dirusak, yang maksudnya gunung tidak boleh dilebur serta lembah tidak boleh dirusak. Pikukuh ini mempunyai arti kalau manusia tidak boleh mengganggu gunung, semacam mengganggu ekosistem yang terdapat di gunung, apabila wilayah gunung/ dataran besar ekosistemnya dirusak hingga hendak berakibat pada wilayah lembah/ hilir. Tidak hanya itu di wilayah gunung ada sumber mata air yang banyak dimanfaatkan oleh warga Baduy, semacam buat kebutuhan minum serta mencerna santapan.


Gotong Royong

Nampak dalam aktivitas pertanian, ialah dalam aktivitas berhuma. Warga Baduy mempunyai lahan pertanian yang dikelola bersama. Dalam penerapannya aktivitas berhuma ini dicoba oleh warga Baduy secara gotong royong. Aktivitas berhuma warga.


Inilah ialah karakteristik khas yang masih lahir serta berkembang di Banten, Aktivitas gotong royong yang lain ada dalam aktivitas membuat rumah, leuit, bercocok tanam serta pembersihan area. Nilai kebudayaan yang berkembang di Banten dapat nampak:

1. Adaptation, bersumber pada kerangka ini, proses pewarisan nilai- nilai budaya adat Banten kepada generasi muda yang lagi menempuh pembelajaran.

2. Goal Attainment, merupakan aksi yang ditunjukan pada tujuan bersama. Berkenaan dengan proses pencapaian tujuannya berpusat pada sistem politik ataupun kekuasaan di Tatar Sunda.

3. Integration, merupakan persyaratan yang berhubungan dengan interaksi antar para anggota dalam kelompok sosial tersebut. Jalinan emosional sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan bersama dalam kelompok.

4. Latent Pattern Maintenance, merupakan faktor yang menampilkan berhentinya interaksi sebab anggota dalam sistem sosial apa juga bisa letih serta jenuh, dan tunduk pada sistem sosial yang lain di mana mereka ikut serta.


No comments for "Nilai Kebudayaan Yang Tumbuh Di Banten"