Widget HTML Atas

Silaturahmi Dilarang?? Lebaran Tanpa Mudik Ada Yang Kurang!!

 

Silaturahmi Dilarang?? Lebaran Tanpa Mudik Ada Yang Kurang!!

Berbeda dengan tahun sebelumnya silaturahmi antara orang tua dengan anaknya yang setiap hari raya idul fitri bertemu dan saling memeluk, adalah momen dimana dirasakan setiap perantau. Tidak hanya bertemu dengan orang tua mudik yang dilakukan setiap setahun sekali ini kembali dilarang pasca terjadi corona. 

Beberapa orang yang enggan melakukan mudik merasa kecewa dan dilanda kerinduan yang sangat tak terbendung, karena hanya dapat melakukan silaturahmi via media sosial ataupun seluler. 

Kenapa mudik dilarang?? Ada dendam apa sehingga pemerintah melarang kami meluapkan kerinduan kepada orang tua, anak dan adik-adik.

Semua anak rantau pasti merasakan hal seperti itu karena dapat bertemu dengan keluarga hanya dirasakan setahun sekali dengan kesibukan bekerja di negeri orang. 

"Benar untuk beberapa orang sempat mudik sebelum hari mudik itupun resmi sudah dilarang dengan meninggalkan pekerjaannya". Ujar Kartoso

Berapa rindu yang ditampung, berapa jumlah uang yang dihitung kini harus dikemas kembali dalam rasa kekecewaan.  Jalan raya dijaga ketat, jalan tikus ditutup rapat hanya via whatsapp kami menatap.


Rinduku bukan sekedar puisi, kenapa wisata dibuka, kerumunan orang kaya dianggap biasa tetapi rindu kami dilarang karena terpaksa. Vaksin sudah disuntikan, segala tes sudah dibuktikan tapi kenapa rindu kami selalu dikucilkan. 

Semua yang beruntung dapat menikmati, semua yang tak beruntung dapat meratapi diantaranya perantau tak dapat berjumpa kembali.  Mungkin lain hari raya idul fitri, kita akan berpeluk lagi atau kita berjumpa mati. Rinduku bukan sekedar puisi. 


No comments for "Silaturahmi Dilarang?? Lebaran Tanpa Mudik Ada Yang Kurang!! "